Minggu, 30 Januari 2011

The Real Unbreakable...


Terlahir sebagai anak palestina, mungkin sudah suratan dari Tuhan yang tetap harus dijalani dan diperjuangkan. Walau anak-anak manusia yang lainya hidup dalam ketenangan dan kenikmatan dunia, namun yakinlah bahwa hidupmu juga sangat berharga untuk dinikmati.

Setiap lemparan batu yang melesat dari kepalan jemari mereka meluncur bagaikan roket peluru membalas tirani yang berada tepat di depan mata. Keberanian yang mereka miliki untuk mendekati tank-tank zionis itu bukanlah perasaan yang biasa, walau mereka tau nyawa sebagai taruhannya. Bukankah itu hidup yang paling seru? Paling pantas untuk dihargai? Paling baik disisi Tuhan Yang Maha Tinggi? Juga paling disukai oleh para pejuang-pejuang besar seluruh dunia.

Kalau begitu, bersyukurlah kepada Tuhanmu Allah SWT, karena Tuhanmu telah memilihmu sebagai manusia yang berhak mengarungi jalan hidup yang luar biasa, bukan hidup yang biasa.

Salam sayangku buat semua Pejuang "The Unbreakable Palestinian Child"
Keep Haroki... Keep Intifadhah... Allah is always with u...Rafiqa

Sabtu, 29 Mei 2010

BERSYUKURLAH RAFIQA...

mengapa sedih ketika melihat org lain begitu pintar bergaul dan kau tidak, padahal Allah telah membuatmu pintar dlm bergaul dgn Allah. mengapa susah hati melihat org lain punya banyak kesempatan dlm karirnya padahal Allah telah menjadikanmu pejuang agamaNYA. padahal Allah telah menjadikan hatimu bahagia dgn hidup dlm keterasingan dr ramainya urusan dunia.
Bersyukurlah rafiqa, apalagi yg engkau minta? padahal semua yg ada pd mu saat ini tanpa kau minta, Allah tlh mencukupimu. bersyukurlah...

Rabu, 26 Mei 2010

MEMBIARKAN BUKAN SOLUSI

Masuk ke dunia perpolitikan mmg membuat hati tidak tenang. Begitu pun dlm musim PILKADA ini, calon kepala daerah dan masyarakat sama2 ambisius mengambil manfaat dr setiap keadaan. Intinya hanya pada sebuah kursi kekuasaan dan kekayaan di istana walikota.
Sbg muslim yg hanif, mmg kita tdk dibenarkan meminta2 jabatan, spt Umar bn khattab yg menolak tawaran mjd khalifah dan menunjuk Abu Bakar sbg calon yg lbh pantas.
Namun peristiwa di atas terjadi di antara sesama muslim yg keimanannya tdk diragukan lg.